Kesempatan untukku

Hari ini saya bangun dengan sedikit rasa ga enak. Saya sudah membayangkan perjalanan ke tempat kerja saya hari ini. Hari ini ada agenda meeting mengenai proyek perbaikan saluran limbah di luar kantor. Artinya saya harus menjemput atasan saya ke apartemennya yang tidak ada angkutan umum. Atasan saya ini orang asing, yang tidak mengerti bahasa disini. Terahkir kali saya kesana saya nyasar seperti biasa dan membutuhkankan 45 menit berjalan kaki dengan kecepatan jalan gaya saya berjalan di gemba ; cepat cepat cepat!!. Berkeringat hebat luar biasa.

Membayangkan pengalaman terahkir ini cukup membuat saya lunglai, saya berusaha menyemangati diri saya sendiri dengan berkata “ayo ida semangat!”, “Ida kamu pasti bisa!!”, “Allah pasti punya rencana indah untukmu”. Dan mulailah saya berjalan, keluar dari komplek kos-an, lalu berjalan terus melewati gang-gang kampong, menyeberang jalan besar, memotong jalan tikus, berputar menyelip di antara kolam-kolam ikan warga setempat, dan menyeberangi sungai kota. Yak!! Saya sudah berada di jalan raya sekarang. Untuk sampai ke apartemen atasan saya, saya harus berjalan melewati komplek rumah susun lalu menyeberangi koridor busway yang berkelok itu. Untuk menyemangati naik anak tangganya yang aduhai berbilang itu saya sedikit berlari-lari kecil dan menyanyikan mars AKB48 “koisuru fortune cookies” hey hey ~ sorai wa sonna warukunai yo hey hey ~.

Dan akhirnya saya menuruni tangga koridor bus way yg terahkir, saya melewati seorang lelaki tua sedang membersihkan anak tangga dengan sapu pendek, karena itu beliau menyapu bukan dengan berdiri, melainkan dengan duduk berjongkok, menikmati pekerjaannya dan melakukannya dengan semangat. Saya berlalu begitu saja. menuruni sampai di anak tangga terahkir, tiba-tiba kaki saya menghentikan langkahnya.

 “Ida, coba buka dompetmu! Ambil uang pertama dari raihan tangamu!” hatiku berkata.

Akupun mengambil dompet dalam tas dan langsung mengambil uang. Dan ada 2 lembar 10ribuan dan selembar 5ribuan. Terambillah selembar 10ribuan. Aku kembali naik anak tangga dan menghampiri bapak itu. “Bapak, ini buat makan siang ya?” kata saya. Dan Bapak itu tersenyum dan berucap terima kasih berulang kali.

Rupanya, ini rencana Allah untuk saya. Sayalah yang seharusnya berterima kasih ke bapak tadi, karena melalui beliau saya punya kesempatan untuk berbuat baik. Saya terharu dengan skenario Allah. Indah setelah terjadi secara keseluruhan, indah ketika kita melihat dari sudut pandang terbalik. Ya kan?? melalui bapak tadi, bisa jadi dosa-dosa kecil yang saya lakukan digugurkan oleh Allah, Semoga!!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: