Allah menyayangi 

2 hari yang melelahkan hati. Saya berhasil dibuat marah. Marah karena sesuatu yang kami kawatirkan terjadi lagi. Padahal kita dianjurkan untuk selalu berprasangka baik bukan? Apapun itu tidak boleh marah kecuali urusan agama dilanggar. Hingga saya mencurahkan uneg-uneg saya pada seorang teman, mb maryam. Dia selalu bisa diandalkan. Rasanya saya lupa kalo Allah begitu menyayangi saya. Melalui sahabat saya kembali diingatkan. Bahwa Allah sesuai prasangka hambaNya. Kembali membersihkan hati. Kembali mendekat.

Tiada ucapan yang lebih indah selain doa

Sungguh teramat sangat merasa terberkati bila mendapat ucapan tahun baru. Terlebih ada doa dari sahabat saya.

“semoga tahun ini amalan kita lebih baik, selalu mendapat rahmat dan maghfiroh (ampunan) dari allah, dipertemukan dengan jodoh kita. amiin ya Rabb.

Ada hadist yang semoga bisa kita amalkan setelah mengetahuinya:

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariika Lahu Lahu’l Mulku wa Lahu’l Hamdu wahuwa ‘alaa Kulli Syai’in Qadiir (Tiada tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hamya bagi-Nya. Allah adalah Mahakuasa atas segala sesuatu) dalam sehari seratus kali, maka orang tersebut akan mendapat pahala sama seperti orang yang memerdekakan sepuluh hamba sahaya. Dicatat baginya seratus kebaikan dan dihapus seratus keburukan. Pada hari itu ia akan terjaga dari godaan setan sampai sore hari dan tidak ada orang yang melebihi pahalanya, kecuali orang uang membaca lebih banyak dari itu. Barangsiapa membaca ‘SubhaanalLahi wa bihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Al-Bukhari-Muslim)”

Temanku bilang ini…

A : ada yg aneh dari semingguan ini.
B : apa yg terjadi?
A : aku naik bis yg salah dan tersesat. Lalu bbrp hr yg lalu aku pake sabun buat keramas, dan kemarin sabun muka aku pake buat gosok gigi!!!!
B : hahahahahahhaha, apa yg terjadi denganmu? Seorang A yg cool bisa begitu??
A : karena ada seaeorang yg tiba” melintas di kepalaku dan dia tersenyum, saat itulah aku kehilangan konsentrasiku. Aku hilang..
B : apa kamu ingin selalu ada di dekatnya?
A : not really. Ga juga.
B : apa kamu mencarinya bila ia tak ada?
A : mmmh..terkadang sih.
B : kamu kena gejala jatuh cinta!
A : (O_O)
B : gpp, itu perasaan yg wajar. Ucapkan alhamdulillah, tandanya kamu hidup, hatimu berfungsi baik. Selanjutnya ga boleh dituruti ya, harus ingat itu adalah ujian. Sikap dan caramu menyikapi ujianlah yg penting. Semoga Allah menguatkan dan melindungimu. Allah maha membolak-balikkan hatimu.

Bismillahirrahmanirrahim

Bismillah..
Mari kita mengucap bismillah lalu bertemu.
Ucapkan bismillah lalu mari kita jalani.
Maukah kau mengucap bismillah dan kita melangkah?
Bismillahirrahmanirahim,
semoga Allah menguatkan kita seperti kehidupan,
Semoga Allah menerangi jalan kita menuju jalan lurus,
Semoga Allah mengisi keberkahan di sisa umur kita,
Semoga Allah meridhai kita.
Bismillahirrahmanirahim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga kita dipertemukan.

Hanya Bergantung Kepada Allah

Hanya bergantung kepada Allah. Kalimat ini tentu saja sering saya dengar. Namun maknanya sungguh tak dapat dijelaskan dengan kata. Allah tempat bergantung segala mahkluk. Allah maha mengatur urusan mahkluknya. Dan Allah memerintahkan manusia untuk meminta, memohon dan berharap hanya kepada Allah. Pengertian bergantung kepada Allah ini menyeluruh dan pada hal-hal yang kadang kita anggap remeh. Dikisahkan para sahabat nabi bila sandalnya putus maka mereka menengadah ke langit dan meminta pada Allah. “Ya Allah, sandal saya putus ya Allah tolong gantikan.” Hanya sebuah sandal ya, tadinya saya berpikir Allah hanya mengurus urusan yang penting dan besar-besar saja. Berapa banyak dari kita yang punya pikiran sama seperti saya? Ternyata Allah sangat suka kita selalu meminta padaNya, “tamak” pada rahmatNya, apa maksudnya? Maksud tamak dalam rahmatNya adalah kita memohon kesehatan di kala kita sedang dalam keadaan sehat, minta agar Allah senantiasa memberikan kesehatan. Kata para ulama, hal seperti ini menunjukkan rasa syukur kita dan kita mensyukuri nikmat sehat yang ada dan minta Allah selalu merahmati dengan kesehatan. Doa yang baik adalah doa yang kita minta dengan ikhlas dan rasa syukur.

Bergantung kepada Allah, artinya apa apa Allah, selalu Allah, dan Allah dulu.

Menjadi imam shalat tiba-tiba

Hallah apa ini judulnya, saya bingung. hahahha

biar ga bingung ya udah baca aja postingan saya di bawah ini yaa.

Dalam kajian Tanya jawab kemarin ada pertanyaan menyoal shalat berjamaah. Pertanyaannya seperti ini:

Bila kita sedang shalat sendiri, lalu tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak kita untuk berjamaah, apakah kita harus mengganti/merubah niat shalat kita yang tadinya sendiri (ad’aan>>semoga bener nulisnya) menjadi berjamaah?

Kata ustadz tidak perlu mengganti atau merubah niat ditengah-tengah kita sedang melakukan shalat, apakah itu shalat fardhu atau sunnah. Niat shalat kita tetap menjadi shalat kita dan niat orang itu (makmum) tetap menjadi niat dia. Jadi tidak perlu menyamakan shalat dengan makmum.

Saya tersenyum karena teringat kejadian beberapa tahun lalu. waktu itu saya sedang mengikuti salah satu diskusi ilmu. Karena belum shalat dhuhur saya memutuskan untuk shalat dulu baru mengikuti acara tersebut. Ditengah-tengah saya sedang shalat (mungkin baru rakaat pertama), tiba-tiba ada yang menepuk pundak saya. Saya kaget dan langsung menoleh.

“Ada apa ya mbak?”

Dua orang wanita berjilbab di belakang saya saling berpandangan.

“Tadi mbak menepuk pundak saya, ada apa?”

“Oo mau berjamaah mbak.” Kata salah satu diantara mereka.

“ooo..” jawab saya sambil senyum-senyum.

Mbak-mbak tadi pasti bingung ya sama pertanyaan saya, hahahhaha.

Seusai shalat, saya minta maaf karena tidak tau kode/tanda menepuk pundak adalah ada yang ingin berjamaah.

Dannnn sampai hari ini, semenjak kejadian tepuk pundak itu terjadi lagi siang ini. Saya sedang shalat sunnah qabliyah dhuhur, lalu tiba-tiba seseorang menepuk pundak saya.

Aaaa ini saya lagi shalat sunnah belum dhuhur, pasti orang ini mau shalat dhuhur kan? Saya tetiba bingung dan galau, haruskah saya membatalkan shalat sunnah saya dan memberitau mbak ini?

“Aaah kamu, kemarin kan baru saja terima ilmu ini, ngapain bingung?” hati saya bicara.

“aaah iya ya…”

Saya pun meneruskan shalat sunnah saya tanpa mengganti niat saya. Dan mbak tadi yg nepuk pundak saya tetap melakukan shalat dhuhur-nya.

Allah romantis yaaa hehehe, langsung dikasih soal ujian. Yess!! Saya ingat pelajaran kemarin hahahah.

Allah itu tiada mempunyai sifat lalai

Hari ini saya dan 2 teman saya sholat di Al-Azhar, kami sholat berjamaah seperti biasa lalu  berdiam sejenak mendengarkan tausyiah dhuhur. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Hingga waktu menunjukkan pukul 12.47 hujan tak kunjung reda. Saya hanya punya waktu sampai pukul 13.00. kami bertiga belum makan siang. Saya berdiri di samping pintu masjid menatap langit yang tertutup awan tebal. Bergelayut seakan belum puas menurunkan air yang dikandungnya. Biasanya saya pasti berdoa, meminta hujan dihentikan sejenak. Tapi kali ini saya kok malu ya minta seperti itu? Bagaimana kalo memang bumi, tempat saya berpijak ini membutuhkan air. Bagaimana kalo rumput-rumput di luar sana sedang kegirangan tersiram air hujan yang menyuburkannya? Egois sekali saya hanya tak ingin terkena air hujan lalu meminta hujan dihentikan sejenak. Lalu kami memutuskan untuk menerabas deraian air hujan dengan menggunakan mukena sebagai payungnya. Saya membatin, ya Allah sudah jam segini, ga mungkin saya bisa makan di kantin, pasti mengantri dan turun ke basement saja sudah 5 menit sendiri. gak papalah saya makannya nanti saja jam 4. Saya ga akan mati kelaparan kan gara-gara terlambat makan? Dan 2 teman saya pun juga ikut-ikutan ga makan hahhaha solidaritas ya. Kami menunggu lift dan pintunya terbuka, bu Karyati keluar dan menyapa kami. Kalian dari mana? Tadi saya cari, ayo makan itu di ruangan sebelah ada acara. Kami bertiga saling berpandangan. Masya Allah. Allah itu Maha Pemelihara. Kami bertiga langsung berbelok ke ruangan sebelah dan segera mengambil makanan secukupnya. Hari ini telah terbukti bahwa Allah itu tidak punya sifat lalai atau lupa. Allah itu memelihara dan mengatur urusan mahklukNya. Kata ayu teman saya, ini pasti karena dia memutuskan untuk ikut sholat di masjid, berjamaah lalu Allah memberikan rizkiNya. Hahhaha kami bertiga sangat bersyukur dengan hari ini yg ajaib.

Bagaimana saya tidak bersyukur? Saya merasa sangat diperhatikan dan disayang. Alhamdulillah hari ini saya makan enak. Nasi Goreng, nasi putih, semur ayam, brokoli, dan udang. See, Allah tidak pernah lalai, dan tidak punya sifat lupa😀

Previous Older Entries